Tampilkan postingan dengan label GRIEVIOUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GRIEVIOUS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Maret 2013

Grievious

Biografi
Grievious, Band Gothic Metal dari Cilacap ini yg mengusung genre Romantical Melodic Gothic Metal terbentuk sekitar tahun 2000 an oleh dedengkot black metal CILACAP “Imam Muthzyliah”. Seiring berjalannya waktu dgn gonta gantinya personil, pada awal tahun 2003 dgn dengan Line Up awal:
- Female Voices : Yuni
- Growl Vockill : Marcho
- Lead Guitar : Imam Muthzyliah
- Rhytm Guitar : Usin Syahrani
- Bass : Dodi
- Drum : Heri
Grievious mengeluarkan single pertamanya yg berjudul “HIKAYAT PERJALANAN LUMPUR”. MASUK Dalam kompilasi Purwokerto “Sound of Darkness Special Edition” Rilisan dari Master of Disharmony Label milik dari Budi Santet.
Mulai saat itulah Grievious mulai meramaikan Event2 Underground, sampai pertengahan 2003 “Yuni” memutuskan untuk keluar dari Band karena alasan tertentu. Saat itu pula Grievious mendapatkan Female Voices baru “Eci”. Kemudian awal 2004 Grievious merilis Lagu keduanya yg berjudul “LENTERA HATI”. Masuk dalam kompilasi “Gothic Majesty” rilisan dari Master of Disharmony jg. Lagu lentera hati itu pula masuk dalam kompilasi2 luar kota seperti “Scream & Goth” jogja, “Belantara Gothic” Samarinda,
Sampai akhirnya pertengahan 2004 “Eci” memutuskan untuk tidak bisa bergabung dgn Grievious karena alasan sekolah, kami merekrut “Yusi” itupun tidak bertahan lama. Kemudian “Tari” mengisi kekosongan Female Voices Grievious dgn merilis single ke 3 nya yg berjudul “KEMBALI ke TAMAN ABADI”. Masuk dalam kompilasi “Gothic Majesty 2” rilisan Master of Disharmony. Untuk menambah Romantical di Band ini, “Matt” (Ex Mystical Fighter) mengisi Harmonisasi dgn Strings Keyboardnya. Sampai Akhir 2004 “Tari” jg keluar dari Band, kemudian “Tiwi” (Ex Valhalla) gabung dengan Grievious. Tetapi Drummer kami “Heri” memutuskan untuk keluar, digantikan oleh “Yinx”.
Dengan Line Up :
- Female Voices : Tiwi
- Growl Vockill : Marcho
- Lead Guitar : Imam Muthzyliah
- Rhytm Guitar : Usin Syahrani
- Bass : Junn
- Keyboard : Matt
- Drum : Yinx
Dengan Formasi yang solid ini, kami sering meramaikan event2 di kota2 seperti Cilacap, Kroya, Purwokerto, Purbalingga, sampai ke Pemalang. Kemudian sampai awal 2006, keyboardist kami “Matt” memutuskan untuk vacum, karena harus hijrah keluar kota. Saat itu pula personil-personil Grievious mulai dgn kesibukannya masing-masing, Band pun vacum sejenak. Tetapi masih sesekali diundang perform di event Underground dengan formasi yg seadanya.
Kemudian sekitar pertengahan 2007 keyboardist & Drummer kami yg lama “Matt” & “Heri” kembali ke Grievious, kemudian merilis single kami yg ke 4 “PENANTIAN TAK BERUJUNG” di pertengahan 2008. Sengaja Lagu ini ngga kami masukkan ke label/kompilasi manapun, free download bagi yg mau mendengarkan. Sampai akhir 2010, masih dalam proses recording untuk single lagu ke 5 & 6 “Tiwi” memutuskan untuk keluar dari Band karena ada masalah dgn salah satu personil. Disusul jg dgn drummer “Heri”. Karena pincang Grievious Vacum hampir 2 thn, yg masih bertahan hanya “Imam”, “Marcho” & “Matt”.
Sampai akhirnya, awal 2012 kami kembali menarik “Heri” pada Drum, “Yeye” pada Bass, dan kami mengundang “Windy” (Tabur Bunga) untuk membantu proses Recording single ke 5 kami dalam kompilasi milik “Kereta Badja”. Kemudian Juli 2012 Grievious mendapatkan Female Voices “Anggun”.
Grievious Final Line up 2012 :
- Female Voices : Anggun
- Growl Vockill : Marcho
- Lead Guitar : Imam Muthzyliah
- Bass : Yeye
- Keyboard : Matt
- Drum : Heri


facebook page ; Grievious
Baca Selengkapnya..

Jumat, 01 Maret 2013

Greivious - Lentera hati

ku jelang senja dalam kesunyian hati
ku dengar alunan nyanyian sang jiwa
tembangkan syair kepedihan..

sesalkan asaku di kehampaan
raih nuraniku yang kian hilang
lelapkan mimpiku di kesunyian
akan kah ku gapai cahaya

di dalam sujud kuharapkan cahaya keagunganmu
dan di dalam keheningan hati cahayapun kian hilang

Lentera dalam hatiku terasa kian redup
gelora dalam jiwaku terasa kian meronta
suramlah hari hariku menanti cerahnya pagi....
Baca Selengkapnya..

Jumat, 04 Januari 2013

Grievious - Hikayat perjalan lumpur

Di gelapnya malam air mata ke-insyafan menjadi kelam diantara sisi jiwaku, ku dengar ratap pilunya dirumah manusiaku,

( Ia lahirkan sebuah rintihan kedukaan yang meneteskan air mata kepedihan didasar hatiku dan ketika pagi datang berakhirlah sudah kehidupanku... )

Membayar lumpur kusamku telanjang dikehampaan dengan tangan yang menulis riwayat usia telah gersang tanah iman tebar kehancuran jiwa tenggelam dalam lumpur kehormatan diri...

"Akulah sang Nazim yang menelusuri pantai Gelap-MU, terasing dalam perjalanan lumpur manusiaku, mencoba untuk lepaskan sisi gelap hidupku, mengharap cahaya agar terang didalam hidupku..."

Dan cahaya kini kian memudar lenyap ditelan kegelapan malam yang menjelang kasih-MU yang telah Engkau taburkan hempaskan aku dalam kesucian-MU Yang Maha...

( Aku yang bodoh hanya dapat mengejar Alif diatas perjalanan Ruh manusiaku dan aku hanya dapat menggoreskan setitik tinta diatas kertas Fayakun-MU lenyaplah sudah kesucian jiwaku twnggwlam dalam kelamnya lumpur kusamku... " Saukani Al Karim " )

Disini ku selalu menanti siraman cahaya terang dalam jiwaku, Kian kelam kurasakan perjalanan lumpur kusamku...
Baca Selengkapnya..

Rabu, 02 Januari 2013

Grievious - penantian tak berujung

Kesunyian, tlah bersemayam di dalam hati yang terpisah
Kerinduan yang kurasa kian abadi didalam hidupku
Penantian, kuterpasung didalam sepi yang bertepi
Keindahan yang slalu kau tawarkan abadi didalam hidupku
• Seperti wangi bunga kau taburkan
Keharuman didalam kehidupanku
Seperti embun pagi kau hamparkan
Kesejukan didalam gersangnya hatiku u u u…..
Growl : saat semuanya jauh, kebisuan pun melanda
Kata-kata yang terangkai terlintas tanpa makna
Kesedihan pun meneteskan air mata,
dikedalaman jiwa yang terpasung
Aku pun tenggelam dalam penantian tak berujung
segala kesedihan segala duka yang terhampar dalam jiwa ini
Melayang bersama mimpi..
Reff : kepedihan didalam hatiku
Menggoreskan luka dalam jiwa
Penantian yang tiada batas
Selimuti hari-hari ku..
Baca Selengkapnya..